Abu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Bandung Siapkan Langkah Antisipasi



BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung mulai meningkatkan kewaspadaan menyusul masuknya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau ke wilayah Bandung Raya. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara yang untuk sementara menghentikan operasionalnya.

Dampak terhadap penerbangan menyebabkan sejumlah jadwal perjalanan terganggu. Sebanyak delapan penerbangan, terdiri atas empat kedatangan dan empat keberangkatan, dibatalkan akibat kondisi abu vulkanik.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah antisipasi apabila sebaran abu terus memengaruhi kondisi Kota Bandung. Pemkot tidak mengambil keputusan sendiri, tetapi akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi yang memiliki kewenangan dan informasi terkait.

Koordinasi akan dilakukan bersama BMKG, BPBD, AirNav, serta KCIC untuk mengetahui perkembangan kondisi udara sekaligus kemungkinan dampaknya terhadap transportasi dan aktivitas masyarakat.

Selain penerbangan, keselamatan pengguna sepeda motor juga menjadi perhatian. Farhan menilai pelajar yang menggunakan sepeda motor perlu mendapat perhatian khusus apabila kualitas udara terdampak abu vulkanik karena mereka beraktivitas langsung di ruang terbuka.

Pemkot Bandung juga masih mempertimbangkan langkah perlindungan bagi masyarakat, termasuk kemungkinan mengeluarkan imbauan penggunaan masker. Namun, kebijakan tersebut akan ditentukan setelah pemerintah memperoleh informasi dan masukan dari instansi terkait.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan sebaran abu vulkanik. Langkah mitigasi akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan untuk memastikan aktivitas warga tetap aman dan risiko akibat paparan abu dapat diminimalkan.

0/Post a Comment/Comments

Iklan

View