TOLITOLI – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah stunting terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya dilaksanakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-32 Universitas Madako (Umada) Tolitoli yang menggelar sosialisasi pencegahan stunting di Pulau Kabetan, tepatnya di Dusun Labuan Soppe, Desa Kabetan, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli, pada Minggu (26/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah pedesaan. Sosialisasi ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat dalam membangun kesadaran mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.
Acara dibuka dengan sambutan dari pemerintah Desa Kabetan yang menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas Madako atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah desa berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman warga mengenai penyebab, dampak, dan langkah-langkah pencegahan stunting sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sosialisasi dihadiri oleh Kepala Desa Kabetan, Ketua TP-PKK Desa Kabetan, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa Kabetan, mahasiswa KKN Angkatan ke-32 Universitas Madako, serta masyarakat setempat. Sebanyak 22 peserta Posyandu dan lima kader Posyandu mengikuti kegiatan dengan penuh antusias hingga kegiatan berakhir.
Untuk memberikan materi yang komprehensif, mahasiswa KKN menghadirkan Moh. Indra M, Duta Genre Sulawesi Tengah 2025, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam waktu lama. Dampaknya tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.
Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum anak dilahirkan. Oleh karena itu, ibu hamil perlu memperoleh asupan gizi yang cukup, rutin memeriksakan kehamilan, serta memastikan bayi mendapatkan ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI yang bergizi setelah memasuki usia enam bulan.
Dalam kesempatan tersebut, Moh. Indra M juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pencegahan stunting sebagai tanggung jawab bersama.
"Di balik kekayaan sumber daya alam Pulau Kabetan, kita masih menghadapi tantangan tingginya angka stunting. Ini menjadi panggilan bagi kita semua untuk bergerak bersama. Stunting dapat dicegah jika keluarga memperoleh edukasi yang tepat, ibu dan anak mendapatkan pemenuhan gizi yang baik, serta seluruh elemen masyarakat berkomitmen mendukung 1.000 Hari Pertama Kehidupan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang seorang anak. Pada masa tersebut, perhatian terhadap pemenuhan gizi, pola asuh, sanitasi, serta akses layanan kesehatan menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya stunting.
Selain membahas pentingnya pemenuhan gizi, narasumber juga memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, pencegahan anemia pada remaja putri, pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara rutin, pemberian imunisasi lengkap, hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya mencegah penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan anak.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para peserta terlihat aktif mengikuti setiap sesi penyampaian materi dan memanfaatkan kesempatan diskusi untuk mengajukan berbagai pertanyaan. Sebagian besar pertanyaan berkaitan dengan cara memenuhi kebutuhan gizi keluarga dengan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar, pola pemberian makanan kepada balita, serta peran Posyandu dalam memantau pertumbuhan anak secara berkala.
Mahasiswa KKN Universitas Madako menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting. Mereka berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada masyarakat lainnya.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari penguatan sinergi antara pemerintah desa, TP-PKK, TPPS, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting, diharapkan angka stunting di Desa Kabetan dapat terus ditekan sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Melalui kegiatan edukasi seperti ini, Mahasiswa KKN Universitas Madako berharap kehadiran mereka tidak hanya memberikan manfaat selama masa pengabdian, tetapi juga mampu meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Kabetan, khususnya dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan bebas dari stunting.


Posting Komentar