TOLITOLI – Pemerintah Kabupaten Tolitoli bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) sebagai upaya meningkatkan akses layanan keuangan bagi masyarakat pesisir. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Pleno Pengembangan EKI yang berlangsung di Aula Suwot Pollimpungan, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas pemerintah untuk memperluas akses masyarakat nelayan terhadap layanan keuangan formal, pembiayaan usaha, serta peningkatan literasi keuangan.
Kabupaten Tolitoli menjadi salah satu dari 65 daerah tahap awal yang ditetapkan sebagai lokasi pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini diharapkan mampu mendorong nelayan memanfaatkan layanan perbankan, transaksi keuangan digital, hingga berbagai fasilitas pembiayaan yang mendukung pengembangan usaha.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, mengatakan masyarakat pesisir masih menghadapi berbagai tantangan dalam memperoleh akses keuangan. Menurutnya, peningkatan literasi keuangan dan perluasan akses terhadap lembaga keuangan menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nelayan.
Sementara itu, Bupati Tolitoli menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan ekosistem keuangan inklusif sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan, pertanian, dan UMKM. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan.
Rapat pleno turut dihadiri perwakilan OJK, KPPN, perbankan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal semakin luas sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir yang berkelanjutan.

Posting Komentar