Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Naik, Harga Minyak Dunia Jadi Faktor Utama


Jakarta - Pemerintah memberikan penjelasan terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada Juni 2026. Kenaikan harga tersebut disebut tidak terlepas dari perkembangan harga minyak mentah dunia yang mengalami tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan bahwa BBM nonsubsidi seperti Pertamax memang mengikuti mekanisme pasar sehingga harga jualnya akan menyesuaikan perkembangan harga energi di tingkat internasional. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan BBM subsidi yang harganya ditetapkan melalui kebijakan pemerintah.

Pemerintah, kata Teddy, telah menahan penyesuaian harga selama beberapa waktu meskipun harga minyak global menunjukkan kenaikan sejak awal tahun. Namun, tekanan yang terus terjadi pada pasar energi membuat penyesuaian harga akhirnya dilakukan untuk menjaga keseimbangan kebijakan energi nasional.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut hanya berlaku pada produk BBM nonsubsidi. Sementara itu, harga BBM yang mendapat subsidi pemerintah, seperti Pertalite dan Solar, tetap dipertahankan pada tarif yang berlaku saat ini guna menjaga daya beli masyarakat.

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kenaikan harga BBM, pemerintah juga menyoroti perbandingan harga bahan bakar di sejumlah negara kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah, harga BBM dengan spesifikasi sejenis di Indonesia masih berada di bawah beberapa negara tetangga seperti Thailand, Filipina, Laos, Myanmar, dan Singapura.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang diberlakukan Pertamina membuat harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 turut mengalami penyesuaian dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa keputusan tersebut mempertimbangkan sejumlah faktor global, termasuk perkembangan geopolitik internasional yang memengaruhi pasokan dan harga minyak mentah dunia.

Menurutnya, perusahaan tetap berupaya memperhitungkan kondisi ekonomi masyarakat dalam setiap kebijakan yang diambil. Penyesuaian harga juga tidak hanya dilakukan oleh Pertamina, tetapi turut terjadi pada sejumlah badan usaha penyedia BBM nonsubsidi lainnya yang beroperasi di Indonesia.

Kenaikan harga Pertamax sendiri memunculkan berbagai respons di masyarakat. Sejumlah kalangan menilai penyesuaian tersebut merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar energi global. Namun di sisi lain, terdapat kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap biaya transportasi dan harga kebutuhan pokok yang berpotensi ikut meningkat apabila biaya distribusi mengalami kenaikan.

Pengamat ekonomi menilai tantangan pemerintah ke depan adalah menjaga keseimbangan antara keberlanjutan fiskal negara dan perlindungan daya beli masyarakat. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kebijakan energi menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

0/Post a Comment/Comments

Iklan

View