SULTENG – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan program cetak sawah baru dan perluasan areal tanam baru (PATB) terus berjalan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Program tersebut ditargetkan mampu menghasilkan tambahan produksi padi hingga sekitar 61.080 ton gabah kering giling (GKG) per tahun.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengatakan pemerintah menargetkan cetak sawah baru seluas 10.180 hektaremelalui alokasi APBN. Lahan tersebut tersebar di sejumlah kabupaten potensial, yakni Buol, Donggala, Morowali Utara, Tojo Una-Una, Tolitoli, Poso, Sigi, Banggai, Parigi Moutong, dan Banggai Laut.
"Dari total target tersebut, realisasi kontrak yang telah berjalan hingga saat ini mencapai 6.163 hektare atau sekitar 60,54 persen dari target," kata Anwar saat ditemui awak media di Kabupaten Sigi, Kamis.
Meski secara keseluruhan progres masih terus berlangsung, tiga daerah telah menyelesaikan target cetak sawah baru sepenuhnya, yaitu Kabupaten Tolitoli, Poso, dan Banggai.
"Capaian tertinggi untuk cetak sawah baru berada di Kabupaten Tolitoli, Poso, dan Banggai yang sudah mencapai 100 persen," ujarnya.
Anwar menjelaskan, dengan asumsi dua kali musim tanam dalam setahun dan produktivitas rata-rata mencapai 3 ton per hektare, program tersebut diperkirakan mampu meningkatkan produksi padi Sulawesi Tengah hingga 61.080 ton GKG setiap tahun.
Menurutnya, program cetak sawah baru menjadi bagian dari pelaksanaan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Berani Panen Raya, yang mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan serta pengendalian inflasi beras.
"Berani Panen Raya merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah guna mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani," kata Anwar.

Posting Komentar